![]() |
KECEWA: Puluhan pedagang kaki lima (PKL) kawasan Sport Center mendatangi gedung DPRD Indramayu. Foto: Utoyo Prie Achdi/ Radar Indramayu |
Dalam pertemuan tersebut terungkap PKL masih
keberatan dengan pembangunan sirkuit di kawasan SC yang saat ini berjalan.
Pasalnya, pembangunan tersebut dinilai tidak melalui sosialisasi terlebih
dahulu dan merugikan para pedagang kaki lima. Mereka pun mengakui pembangunan
sirkuit di kawasan SC, membuat omzet para pedagang merosot drastis.
“Pedagang banyak yang mengeluh. Ada yang
semalam biasanya mendapatkan penghasilan Rp200 ribu, sekarang hanya Rp13 ribu.
Untuk itulah kami minta pembangunan sirkuit di kawasan SC dikaji ulang,” kata
Sutiyono, perwakilan pedagang.
Pedagang lainnya, Yayan, juga mengaku kecewa
karena pembangunan sirkuit tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu. Yang lebih
lucu lagi, anggota DPRD Indramayu juga tidak tahu tentang rencana pembangunan
tersebut. Padahal SC selama ini sudah identik dengan kawasan olahraga plus
kuliner. “Saya dengar memang akan dibangun sirkuit. Menurut saya tidak pantas
dan sangat disayangkan. Akan lebih baik kalau cari lokasi lain yang lebih
strategis,” ujar Yayan.
Sementara Kepala Dinas Cipta Karya, H Didi
Supriadi ST menjelaskan, sesuai dengan fungsinya kawasan SC memang diperuntukan
bagi kegiatan olahraga. Kebetulan pada tahun 2016 ini mendapat anggaran bantuan
provinsi, dan digunakan untuk penataan kawasan SC. Didi juga mengatakan wajar
kalau DPRD tidak tahu soal anggaran tersebut, karena memang baru turun pada
Februari 2016 ketika APBD 2016 sudah diketuk.
“Itu juga bukan pembangunan sirkuit,
tapi hanya untuk roadrace, drag, slalom buat sepeda motor,” kilah Didi.
Sementara konsultan pelaksana pembangunan
kawasan CS, Hamdani mengungkapkan, sesuai rencana awal memang itu merupakan
program revitalisasi kawasan SC. Namun dalam nomenklaturnya untuk olahraga
otomotif.
Perwakilan dari Dinas Koperasi, Perindustrian
dan Perdagangan, Solihin mengatakan, pihaknya memang sempat diundang pihak
Dinas Cipta Karya terkait rencana pembangunan kawasan SC. Pada saat itu ia
minta agar pedagang kaki lima direlokasi terlebih dahulu, sebelum pembangunan
dilaksanakan. “Saya sudah memohon agar PKL direlokasi terlebih dahulu, baru
dibangun. Tapi yang terjadi saat ini pembangunan sudah jalan dan PKL tidak
jelas mau dikemanakan,” ujarnya.
Anggota Komisi D, H Abdul Rohman SE, juga
mengaku terkajut dan baru tahu kalau kawasan SC sedang dibangun. Ia juga
menyayangkan tidak adanya sosialsiasi maupun kajian, tentang dampak pembangunan
sirkuit tersebut. “Katanya revitalisasi kawasan SC, tapi kenyataannya
pembangunan sirkuit. Kalau sirkuit tentunya harus ada Amdal terlebih dahulu,”
ujar anggota Fraksi PDIP ini.
Sementara H Abas Assafah mengatakan, pihaknya
akan mengakomodir keinginan para pedagang kaki lima. Menurutnya, dalam waktu
dekat seluruh kepala dinas terkait akan diundang, dan tidak boleh diwakilkan.
“Persoaln ini harus cepat selesai, karena menyangkut urusan perut,” tandasnya.(oet)
Info: radarcirebon.com
Tidak ada komentar: